BOUNTY 2.0 : THE NEW BONVIE

BOUNTY 2.0 : THE NEW BONVIE

Banyak yang bertanya-tanya, “Kenapa stok Bounty kosong terus?” atau “Bounty gak produksi lagi ya?” dan masih banyak lagi. Ya, benar, Bounty sempat “cuti” beberapa waktu, tepatnya di bulan Januari. Lantas, kenapa sih Bounty “cuti”?

Kita tau sendiri bahwa dalam memproduksi sebuah produk, diperlukan izin yang sesuai dengan standar pemerintah. Kita kerap kali mengenalnya dengan “BPOM”. BPOM merupakan singkatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, sebagai lembaga yang mengatur kebijakan dari segala sektor perdagangan obat dan makanan di Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bounty termasuk ke dalam kategori yang diharuskan untuk mempunyai sertifikasi BPOM. Meskipun berbahan dasar alami tanpa adanya bahan pengawet dan bahan kimia, tetapi tetap saja diperlukan surat tertulis yang menyatakan bahwa produk Bounty sudah diizinkan edar.

“Tapi, kenapa lama banget kak?” Yes, untuk memperoleh sertifikasi ini diperlukan beberapa prosedur yang harus dipenuhi. Bukan hanya bahannya yang bebas dari bahan-bahan terlarang, melainkan juga sarana dan prasaran yang mendukung produksi dari produk itu sendiri. Hal ini dikarenakan BPOM berperan sebagai pengawas dan unit pelaksana teknis (UPT) sehingga dibutuhkan perhatian khusus terhadap fasilitas produksi dan distribusinya.

Bounty pun memutuskan untuk “cuti” selama 1 bulan penuh. Tentunya hal ini tidak mudah bagi kami, apalagi melihat antusiasme para konsumen terhadap produk Bounty. Namun, kami ingin memberikan yang terbaik untuk para konsumen Bounty. Dengan adanya Bounty 2.0, kami akan pastikan kualitas produk kami terjamin dan sudah tersertifikasi di segala aspeknya.

Sudah siap untuk Bounty 2.0?

Comments 0

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published